Menpora Imam Nahrawi Pantau Langsung Pemanduan Bakat Atlet Di Bangli

  • 05 Maret 2018
  • Umum
Menpora Imam Nahrawi Pantau Langsung Pemanduan Bakat Atlet Di Bangli
Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Republik Indonesia, Imam Nahrawi didampingi Bupati Bangli I Made Gianyar, memantau secara langsung program pemanduan bakat olahraga dan identifikasi bakat cabang olah raga bulutangkis yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di Lapangan Kubu Bangli, Sabtu (24/2). Kegiatan pemanduan bakat ini diikuti kurang lebih 400 siswa usia 12–14 tahun dari berbagai sekolah SMP se–Kabupaten Bangli. Sementara kegiatan identifikasi bakat diikuti 250 anak usia 10–12 tahun yang sudah pernah berlatih bulutangkis, yang berasal dari klub–klub bulutangkis se–Kabupaten Bangli.
 
Menpora Imam Nahrawi seusai membuka kegiatan pemanduan bakat olahraga dan identifikasi bakat cabang olahraga bulutangkis mengatakan tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Partisipasi harus dimulai dari usia dini. Agar bakat, minat sekaligus mimpi anak–anak sejak usia dini bisa terarah dengan baik, dibutuhkan peran guru, pelatih dan masyarakat untuk terus mendorong mereka. “Disinilah letak strategis dari program ini untuk mengarahkan mereka, siapa yang ingin menjadi atlet–atlet di dayung, bulutangkis, pencak silat, sepak bola dan lainnya diarahkan mulai dari usia dini,” terangnya.
Selanjutnya setelah dilakukan pemanduan bakat, lanjutnya barulah dijaring anak–anak yang punya keinginan menjadi pebulutangkis untuk kemudian dilatih. Menurut Nahrawi, melatih anak usia dini sangat berbeda dengan melatih siswa yang sudah SMA, atau bahkan yang sudah mengikuti Pelatda maupun Pelatnas. “Karenanya acara ini menurut saya penting sebagai bagian dari pemasalan olahraga. Lebih baik kita sekarang mencari bibit–bibit sebanyak mungkin. Karena negeri kita kaya raya. Negeri yang sangat potensial, besar sekali. Nah sekarang kita mulai dari Bangli, karena saya melihat bahwa respon dari Pemerintah Kabupaten dan semua jajaran masyarakat sangat luar biasa,” jelasnya.
Dengan kegiatan ini, Nahrawi berharap Pemerintah Kabupaten Bangli, KONI, orang tua dan seluruh masyarakat untuk terus mendukung anak–anak yang berbakat di bidang olahraga. Ke depan pihaknya menginginkan anak–anak yang sudah memilih salah satu cabang olahraga, agar diberikan perhatian dan perlakuan khusus.
Sebab jika dibanding dengan anak–anak lainnya, anak–anak yang memilih menjadi atlet mengorbankan banyak hal dalam berlatih. “Saya harapkan Bupati dan masyarakat untuk mensuport mereka, memberikan tempat pelatihan seadanya. Dengan fasilitas yang ada, anak–anak agar semangat lagi, dan orang tua lebih maksimal mendorong. Tidak ada hasil tanpa perjuangan. Dan kita sekarang sedang berjuang untuk masa depan Indonesia,” kata Nahwawi.
Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar mengatakan olahraga merupakan dimensi kehidupan untuk mengantarkan seseorang menuju kejayaan, baik kejayaan nama maupun kejayaan ekonomi. Kegiatan pemanduan bakat ini menurutnya sangat baik dilaksanakan untuk mengenali potensi yang dimiliki anak sejak dini. “Orang yang pintar olahraga pun bisa sukses ekonominya, bisa terkenal dan bisa hidup dengan baik. Sehingga marilah peminat bakat kenali diri kita. Kalau cocok dan minatnya di olahraga ayo olahraga, maka aka nada keberhasilan di olahraga. Kalau kemampuan intelektual bagus, ayo keintelektual. Maka akan berhasil disana.” kata Gianyar.
Pemanduan bakat ini, sambung Bupati Made Gianyar adalah untuk mengenali diri kita kuatnya dimana, sehingga kita berjalan pada kekuatan kita. “Yang lemah gemulai, jadi penari. Yang ototnya kuat, jadi olahragawan. Sehingga olah raga merupakan salah satu dimensi kehidupan yang bisa mengantarkan kita ke pusat kejayaan. Baik kejayaan nama maupun kejayaan ekonomi. Seperti Rudi Hartono, kan bisa terkenal dari bulutangkis”terangnya.
Mengenai fasilitas olahraga di Bangli, Gianyar mengklaim sudah memadai. Berbeda dengan jaman dulu, untuk berolahraga bulutangkis anak–anak melakukannya di jalan raya karena tidak ada fasilitas yang bisa dipakai. “Sekarang jangan cengeng. Yang bikin prestasi adalah semangat orangnya, bukan fasilitasnya,”tutupnya.
  • 05 Maret 2018
  • Umum

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita